UM Palembang Perkuat SINTA, Bangun Reputasi Akademik Global
Oleh: Tobari*
Kemajuan sebuah perguruan tinggi pada era transformasi pendidikan tinggi tidak lagi hanya diukur dari banyaknya mahasiswa, megahnya gedung perkuliahan, atau kelengkapan sarana prasarana yang dimiliki.
Lebih dari itu, reputasi akademik kini menjadi tolak ukur utama yang menunjukkan kualitas suatu perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Reputasi tersebut dibangun melalui budaya riset yang kuat, produktivitas publikasi ilmiah yang berkelanjutan, pengelolaan jurnal yang berkualitas, serta kemampuan sivitas akademika menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kesadaran inilah yang terus diperkuat Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai bagian dari komitmennya mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Penataan SINTA dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Jumat (10/7/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Gedung KH. Faqih Usman Lantai 7 Universitas Muhammadiyah Palembang ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat tata kelola publikasi ilmiah sekaligus meningkatkan pemahaman sivitas akademika mengenai optimalisasi Science and Technology Index (SINTA) sebagai instrumen penting dalam pengembangan reputasi akademik perguruan tinggi.
Workshop menghadirkan narasumber dari Tim Pengelola Platform SAINTEK Kemendiktisaintek, yaitu Rizky Prasetya dan M. Rusmal Firmansyah, yang memberikan pendampingan teknis mengenai pengelolaan profil SINTA, integrasi berbagai basis data publikasi ilmiah, serta strategi peningkatan kualitas jurnal ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.
Kehadiran kedua narasumber tersebut menjadi kesempatan berharga bagi para peserta untuk memperoleh informasi terkini mengenai kebijakan nasional sekaligus praktik terbaik dalam pengelolaan data akademik yang terintegrasi.
Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan universitas, para dekan, ketua program studi, dosen, pengelola jurnal ilmiah, serta sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Palembang yang memiliki perhatian besar terhadap peningkatan mutu penelitian dan publikasi ilmiah.
Terlihat hadir Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M.; Wakil Rektor II UM Palembang Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M.; Wakil Rektor III UM Palembang, Dr. Eko Ariyanto, S.T., M.Chem.; Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Prof. Dr. Ir. Gusmiatun, M.P.; Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM Palembang, Prof. Dr. Indawan Syahri, M.Pd.; Wakil Dekan I Fakultas Pertanian UM Palembang, Dr. Ade Vera Yani, S.P., M.Si.; beserta jajaran pimpinan akademik lainnya.

Kehadiran para pimpinan universitas menunjukkan bahwa penguatan budaya publikasi ilmiah telah menjadi komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas Caturdharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
Rektor UM Palembang, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa SINTA saat ini bukan sekadar sebuah aplikasi atau pangkalan data akademik, melainkan telah berkembang menjadi instrumen strategis yang mampu menggambarkan produktivitas dan kualitas kinerja akademik dosen maupun institusi perguruan tinggi secara komprehensif.
Berbagai luaran tridharma, mulai dari publikasi ilmiah, sitasi, buku, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat, terdokumentasi secara sistematis melalui platform tersebut sehingga menjadi salah satu rujukan penting dalam berbagai proses evaluasi dan pemeringkatan perguruan tinggi.

Menurut Rektor, pengelolaan profil SINTA secara optimal merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
Di tengah meningkatnya persaingan pendidikan tinggi, setiap dosen dituntut untuk tidak hanya menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, tetapi juga memastikan seluruh capaian akademiknya terdokumentasi dengan baik sehingga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan reputasi institusi.
“Pembaruan dan optimalisasi profil SINTA bukan hanya penting bagi rekam jejak individu dosen, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap pemeringkatan institusi dan akreditasi universitas,” tegas Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M.
Ia menjelaskan bahwa tantangan perguruan tinggi dewasa ini semakin kompleks.
Persaingan global menuntut setiap institusi pendidikan tinggi untuk terus meningkatkan produktivitas riset, memperluas jejaring kolaborasi, memperkuat kualitas publikasi ilmiah, serta menghadirkan inovasi yang mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
Oleh sebab itu, pemanfaatan platform akademik nasional maupun internasional harus menjadi budaya baru di lingkungan perguruan tinggi.
Bagi Universitas Muhammadiyah Palembang, workshop ini bukan sekadar agenda peningkatan kapasitas teknis, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar universitas dalam membangun ekosistem akademik yang semakin produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu.
Melalui kegiatan ini diharapkan lahir semangat baru bagi seluruh dosen dan pengelola jurnal untuk terus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, memperkuat tata kelola jurnal, serta memperluas kontribusi penelitian bagi kemajuan ilmu pengetahuan, pembangunan bangsa, dan kesejahteraan masyarakat.
Memasuki sesi inti workshop, para peserta memperoleh pendampingan teknis secara langsung dari Tim Pengelola Platform SAINTEK Kemendiktisaintek.
Melalui pemaparan yang sistematis dan interaktif, narasumber menjelaskan bahwa pengelolaan profil Science and Technology Index (SINTA) bukan sekadar aktivitas administratif, melainkan bagian penting dari upaya membangun rekam jejak akademik dosen dan meningkatkan reputasi perguruan tinggi secara berkelanjutan.
Narasumber dari Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek, Rizky Prasetya, menjelaskan bahwa kemajuan pendidikan tinggi Indonesia hanya dapat dicapai apabila seluruh perguruan tinggi memiliki kesadaran yang sama dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah serta mengoptimalkan pemanfaatan SINTA.

Menurutnya, penguatan SINTA tidak boleh hanya dipahami oleh segelintir perguruan tinggi atau beberapa pengelola jurnal saja, melainkan harus menjadi gerakan nasional yang melibatkan seluruh sivitas akademika.
“Indonesia akan semakin baik apabila kita bersama-sama meningkatkan kualitas. Salah satunya melalui peningkatan profil dan skor SINTA. Harapannya, bukan hanya perguruan tinggi tertentu yang memahami bagaimana mengoptimalkan SINTA, tetapi seluruh perguruan tinggi memiliki pemahaman yang sama sehingga dapat berkembang secara bersama,” ungkap Rizky.
Ia menilai kegiatan yang diselenggarakan UM Palembang merupakan langkah yang tepat dalam membangun budaya akademik yang semakin kuat.
Melalui workshop seperti ini, dosen dan pengelola jurnal tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai kebijakan terbaru, tetapi juga mendapatkan solusi atas berbagai kendala teknis yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan profil akademik.
Lebih lanjut, Rizky menjelaskan bahwa SINTA merupakan salah satu instrumen strategis yang digunakan untuk memotret produktivitas akademik perguruan tinggi di Indonesia.
Berbagai luaran tridarma, seperti artikel ilmiah, buku, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sitasi, hingga berbagai capaian akademik lainnya terdokumentasi dalam satu sistem yang terintegrasi.
Data tersebut menjadi salah satu referensi penting dalam pemetaan kinerja dosen, pengembangan klaster perguruan tinggi, serta mendukung berbagai proses evaluasi mutu pendidikan tinggi.
Menurutnya, masih banyak karya ilmiah dosen yang telah diterbitkan pada jurnal bereputasi maupun prosiding ilmiah, namun belum sepenuhnya terintegrasi ke dalam profil SINTA.
Akibatnya, sejumlah capaian akademik yang sebenarnya telah dihasilkan belum tercermin dalam rekam jejak akademik dosen maupun institusinya.
Oleh karena itu, proses sinkronisasi dan validasi data menjadi langkah yang sangat penting untuk memastikan seluruh luaran akademik tercatat secara akurat.
Tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, Rizky Prasetya bersama tim juga memberikan pendampingan praktik kepada seluruh peserta.
Setiap dosen diberi kesempatan untuk membuka profil SINTA masing-masing, memeriksa kesesuaian data, mengidentifikasi publikasi yang belum terintegrasi, hingga melakukan proses sinkronisasi secara langsung dengan pendampingan narasumber.
Suasana workshop pun berlangsung dinamis. Para peserta secara aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan langsung mempraktikkan langkah-langkah integrasi data menggunakan akun akademik masing-masing.
Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih efektif karena setiap permasalahan dapat diselesaikan saat itu juga bersama narasumber.
Salah seorang peserta workshop, Dr. Tobari, S.E., M.Si., yang juga sebagai Ketua Prodi S3 Manajemen UM Palembang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi secara langsung dengan Rizky Prasetya mengenai sejumlah karya ilmiah yang telah dipublikasikan, namun belum muncul pada profil SINTA.
Melalu pendampingan tersebut, dilakukan proses penelusuran, sinkronisasi, dan integrasi terhadap berbagai publikasi yang sebelumnya belum tercatat dalam sistem.
Hasil pendampingan tersebut memberikan capaian yang langsung bisa dilihat perubahannya. Setelah proses integrasi berhasil dilakukan, skor SINTA Tobari mengalami peningkatan sebanyak 137 poin dibandingkan skor sebelumnya.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan profil akademik yang baik memiliki dampak nyata terhadap rekam jejak akademik dosen, sekaligus menunjukkan pentingnya memastikan setiap karya ilmiah yang telah dipublikasikan tercatat secara benar dalam sistem nasional.
Bagi Tobari, pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga bahwa menghasilkan karya ilmiah saja belum cukup.
Setiap publikasi, buku, maupun luaran penelitian perlu dipastikan terintegrasi dengan berbagai platform akademik sehingga dapat memberikan kontribusi optimal terhadap pengembangan karier akademik dosen maupun peningkatan reputasi institusi.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi peserta lainnya untuk melakukan pembaruan data akademik secara berkala.
Pendampingan yang diberikan Tim Pengelola Platform SAINTEK Kemendiktisaintek membuktikan bahwa berbagai kendala teknis dalam pengelolaan profil SINTA dapat diselesaikan apabila dilakukan melalui bimbingan yang tepat dan didukung oleh komitmen dosen untuk terus memperbarui data akademiknya.
Melalui workshop ini, Universitas Muhammadiyah Palembang tidak hanya berhasil menghadirkan ruang belajar bersama, tetapi juga memperkuat budaya publikasi ilmiah yang berkualitas. Sinergi antara perguruan tinggi dan Kemendiktisaintek diharapkan terus berlanjut sehingga semakin banyak dosen yang produktif menghasilkan karya ilmiah, memperkuat jurnal ilmiah, meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta membawa Universitas Muhammadiyah Palembang semakin berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Lebih dari sekadar peningkatan angka pada profil SINTA, kegiatan ini menegaskan bahwa setiap publikasi yang terdokumentasi dengan baik merupakan jejak kontribusi seorang akademisi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Ketika budaya riset, publikasi, dan integrasi data akademik tumbuh secara konsisten, maka yang bertambah bukan hanya skor SINTA, tetapi juga kepercayaan masyarakat, reputasi institusi, serta kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun Indonesia yang lebih maju. Semoga.
