Pengabdian melalui Literasi Digital, UM Palembang Bekali Tenaga Kependidikan Menulis Berita Bermakna

Oleh: Tobari*
Pengabdian kepada masyarakat pada hakikatnya tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pemberian bantuan fisik, tetapi juga dapat dilakukan dengan membagikan ilmu pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang memberikan manfaat berkelanjutan.
Dalam lingkungan perguruan tinggi, penguatan kapasitas masyarakat kampus menjadi salah satu bentuk pengabdian yang penting, terutama ketika kemampuan yang diberikan dapat digunakan untuk memperluas penyebaran informasi pendidikan kepada masyarakat.
Semangat tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan Pelatihan Penulisan Berita Kegiatan Program Studi dan Fakultas di Media Massa yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Palembang pada Jumat, 8 Mei 2026, pukul 09.00–11.00 WIB.
Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 7 Gedung KH. Faqih Usman, Kampus A Universitas Muhammadiyah Palembang.
Pelatihan diikuti oleh 25 tenaga kependidikan yang berasal dari berbagai program studi, fakultas, dan unit kerja di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palembang.

Para peserta merupakan bagian penting dalam pengelolaan administrasi, dokumentasi, pelayanan informasi, dan penyebarluasan kegiatan institusi.
Oleh karena itu, peningkatan kemampuan menulis berita menjadi kebutuhan yang berkaitan langsung dengan profesionalisme serta kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.
Kegiatan ini diselenggarakan melalui koordinasi bidang sumber daya manusia, kerja sama, dan internasionalisasi Universitas Muhammadiyah Palembang.
Panitia kegiatan terdiri atas Dr. Eko Ariyanto, S.T., M.Chem.Eng., selaku Wakil Rektor III Bidang Sumber Daya Manusia, Kerja Sama, dan Internasionalisasi; Afandi, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Biro Sumber Daya Manusia Universitas Muhammadiyah Palembang; serta Dr. Bagas Rasid Sidik, M.Pd., yang bertugas memandu jalannya kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Tobari, S.E., M.Si., C.Ed., C.EML., Ketua Prodi Program Doktor Manajemen UMPalembang sekaligus dosen Pascasarjana dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palembang, hadir sebagai narasumber.

Materi yang disampaikan berfokus pada keterampilan menulis berita kegiatan program studi dan fakultas sesuai dengan kaidah jurnalistik, kebutuhan publikasi media massa, serta karakter komunikasi institusi pendidikan.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kependidikan dalam mendokumentasikan serta memublikasikan berbagai aktivitas kampus.
Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa setiap aktivitas akademik, kemahasiswaan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, inovasi, dan prestasi memiliki nilai informasi yang perlu disampaikan kepada publik.
Selama ini, banyak kegiatan positif telah dilaksanakan oleh program studi, fakultas, maupun unit kerja. Namun, tidak seluruh kegiatan tersebut terdokumentasi dan terpublikasi secara optimal.
Akibatnya, berbagai kontribusi, inovasi, dan prestasi yang sebenarnya membanggakan belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat luas.
Melalui pelatihan ini, peserta diberikan pemahaman bahwa menulis berita bukan sekadar mencatat urutan acara.
Berita harus mampu menjawab unsur apa yang dilaksanakan, siapa yang terlibat, kapan dan di mana kegiatan berlangsung, mengapa kegiatan itu penting, serta bagaimana manfaatnya bagi peserta, institusi, dan masyarakat.
Sebuah berita kegiatan akan kehilangan kekuatannya apabila hanya memuat nama pejabat, susunan acara, dan dokumentasi seremonial.
Berita yang baik perlu menghadirkan makna, menjelaskan tujuan, menggambarkan proses, serta memperlihatkan perubahan atau manfaat yang dihasilkan dari kegiatan tersebut.
Dalam arahannya, Dr. Eko Ariyanto menyampaikan bahwa kemampuan menulis dan memublikasikan kegiatan memiliki hubungan erat dengan reputasi digital perguruan tinggi.
Publikasi yang dilakukan secara aktif, konsisten, dan berkualitas akan memperkuat jejak digital Universitas Muhammadiyah Palembang pada mesin pencari serta mendukung peningkatan keterlihatan institusi dalam pemeringkatan digital, termasuk Webometrics.
Semakin banyak informasi positif, kredibel, dan relevan yang terindeks di ruang digital, semakin besar pula peluang universitas untuk dikenal masyarakat.
Publikasi tersebut dapat menjadi sumber informasi bagi calon mahasiswa, orang tua, mitra kerja sama, lembaga pemerintah, dunia usaha, dunia industri, alumni, serta masyarakat akademik pada tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai narasumber, Dr. Tobari memberikan penguatan mengenai struktur dasar penulisan berita, penentuan sudut pandang, penyusunan judul, pembuatan teras berita, pengembangan isi, penggunaan kutipan narasumber, pemilihan foto, serta pentingnya melakukan pemeriksaan ulang sebelum tulisan dipublikasikan.

Peserta juga diarahkan untuk menggunakan bahasa yang komunikatif, jelas, faktual, dan mudah dipahami.
Penggunaan istilah yang terlalu teknis perlu disesuaikan agar berita kampus tidak hanya dapat dibaca oleh kalangan akademik, tetapi juga dapat dipahami oleh masyarakat umum.
Selain keterampilan teknis, pelatihan menekankan pentingnya etika publikasi. Nama, gelar, jabatan, waktu, tempat, data, dan pernyataan narasumber harus diperiksa kebenarannya.
Kesalahan dalam menyampaikan informasi bukan hanya dapat mengurangi kualitas tulisan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
Kegiatan dilaksanakan melalui metode penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, pemberian contoh, serta praktik menulis berita.
Setelah memperoleh penjelasan, para peserta diminta menyusun berita berdasarkan kegiatan yang berlangsung di unit kerjanya masing-masing.
Praktik tersebut bertujuan agar peserta tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung.
Pendekatan praktik menjadi bagian penting karena kemampuan menulis tidak cukup dibangun hanya dengan mendengarkan materi.
Keterampilan tersebut harus tumbuh melalui latihan, keberanian memulai, kesediaan menerima koreksi, dan konsistensi dalam menghasilkan tulisan.
Bagi tenaga kependidikan, kemampuan mengelola informasi merupakan bagian dari profesionalisme kerja di era digital.
Mereka bukan hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga dapat berperan sebagai penghubung antara aktivitas institusi dan kebutuhan informasi masyarakat.
Setiap unit kerja diharapkan memiliki personel yang mampu mendokumentasikan kegiatan dan mengolahnya menjadi berita yang layak dipublikasikan.
Dari perspektif pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini memberikan manfaat berupa peningkatan literasi digital, kemampuan komunikasi publik, dan keterampilan jurnalistik bagi komunitas pendidikan.
Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi diterapkan secara berkelanjutan untuk menyebarluaskan informasi yang mendidik, mencerahkan, dan menginspirasi.
Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya jumlah dan kualitas berita yang dihasilkan oleh program studi, fakultas, dan unit kerja.
Para peserta diharapkan dapat menjadi penggerak publikasi di lingkungan kerjanya masing-masing serta membangun jejaring komunikasi yang mempercepat penyebaran informasi institusi.

Kegiatan ini juga dapat menjadi langkah awal pembentukan budaya menulis di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palembang.
Budaya publikasi tidak akan tumbuh hanya melalui instruksi, tetapi perlu dibangun melalui pelatihan, pendampingan, pemberian ruang untuk berkarya, dan penghargaan terhadap setiap tulisan yang dihasilkan.
Pada akhirnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya melaksanakan kegiatan yang baik. Perguruan tinggi juga perlu menyampaikan kebaikan tersebut kepada masyarakat secara jujur, tepat, menarik, dan bermakna.
Kegiatan yang tidak didokumentasikan dapat dengan mudah terlupakan, sedangkan kegiatan yang ditulis dengan baik dapat menjadi pengetahuan, bukti kontribusi, sumber inspirasi, dan rekam jejak institusi.
Dari ruang pelatihan di Aula Lantai 7 Gedung KH. Faqih Usman, tumbuh sebuah harapan bahwa 25 peserta yang telah memperoleh pembekalan dapat menjadi penggerak lahirnya berbagai berita positif dari setiap unit kerja.
Mereka diharapkan mampu mengangkat prestasi, inovasi, kerja sama, penelitian, dan pengabdian Universitas Muhammadiyah Palembang agar semakin dikenal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menulis berita dengan demikian bukan hanya pekerjaan menyusun kata-kata. Menulis adalah cara merawat ingatan, menyebarluaskan pengetahuan, membangun kepercayaan, dan memperpanjang manfaat sebuah kegiatan.
Ketika pengetahuan dibagikan dengan ketulusan dan tanggung jawab, kegiatan sederhana pun dapat berubah menjadi pengabdian yang penuh arti.
Melalui semangat kolaborasi, literasi digital, dan peningkatan mutu publikasi, Universitas Muhammadiyah Palembang diharapkan semakin kuat menjadi perguruan tinggi yang aktif, produktif, informatif, dan berdaya saing.
Dari setiap tulisan yang diterbitkan, terdapat kesempatan untuk memperkenalkan kebaikan, menginspirasi masyarakat, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan. Semoga.
*Dosen Pascasarjana/Ketua Prodi S3 Manajemen UM Palembang. Penulis lebih dari 385 artikel dan 30 judul buku. Penulis dan editor Majalah INKUIRI LLDikti Wilayah II.











