Menembus Batas Global, Menguatkan Jejak Akademik UM Palembang
Tidak semua kegiatan akademik berakhir ketika moderator menutup acara dan para peserta meninggalkan ruangan.
Ada kalanya sebuah kegiatan ilmiah justru menjadi titik awal lahirnya gagasan-gagasan baru, memperluas cara pandang, sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa mimpi yang selama ini terasa jauh ternyata dapat diwujudkan melalui kolaborasi, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar.
Suasana itulah yang terasa ketika mengikuti workshop internasional bertajuk “Breaking Global Barriers: Strategic Manuscript Positioning and AI-Driven Execution for High-Impact Publication” yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Palembang di Aula Gedung KH. Faqih Usman Lantai 7, Senin, 3 Agustus 2026.
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Ari Warokka, Ph.D., Professor of Finance and Global Business dari Tongmyong University, Republik Korea, sebagai narasumber utama.

Seminar ini dihadiri oleh Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang; Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., selaku Wakil Rektor II; Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., selaku Wakil Rektor III; Dr. Yudha Mahrom DS, S.E., M.Si., selaku Dekan FEB; Dr. Maftuhah Nurrahmi, S.E., M.Si., selaku Wakil Dekan I FEB; Dr. Tobari, S.E., M.Si., selaku Ketua Program Studi Doktor (S3) Manajemen; Prof. Dr. Faizal Daud Badariddin, M.S., selaku Sekretaris Program Studi Doktor (S3) Manajemen; Dr. Betri Sirajuddin, S.E., M.Si., Ak., C.A., CTT., selaku Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang juga bertindak sebagai moderator, serta diikuti oleh dosen, pascasarjana, dan para ketua dan sekretaris program studi.
Kehadiran para pimpinan universitas dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi bukan lagi sekadar wacana, melainkan komitmen yang terus diwujudkan melalui langkah-langkah nyata.
Di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin terbuka, membangun jejaring internasional telah menjadi kebutuhan strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kehadiran Prof. Ari Warokka merupakan bagian dari ikhtiar Universitas Muhammadiyah Palembang dalam memperluas jejaring akademik internasional.

Sebagai perguruan tinggi yang telah meraih Akreditasi Unggul, universitas memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, memperkuat budaya riset, memperluas kolaborasi global, dan menghasilkan karya ilmiah yang memberi manfaat nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
Beliau juga menegaskan bahwa tantangan perguruan tinggi dewasa ini bukan hanya menghasilkan penelitian yang baik, tetapi bagaimana hasil penelitian tersebut mampu dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi sehingga menjadi bagian dari percakapan ilmiah dunia.
Oleh karena itu, kerja sama dengan Tongmyong University diharapkan menjadi pintu masuk lahirnya berbagai penelitian bersama, publikasi kolaboratif, program visiting professor, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan kurikulum yang semakin berorientasi global.
Pesan tersebut memiliki makna yang sangat mendalam. Reputasi sebuah universitas sesungguhnya tidak dibangun semata-mata oleh megahnya gedung atau banyaknya mahasiswa, melainkan oleh kualitas ilmu pengetahuan yang dihasilkan, integritas akademik yang dijaga, dan kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat.
Kampus akan semakin dihormati ketika mampu melahirkan penelitian yang dipercaya, dimanfaatkan, dan menjadi rujukan bagi komunitas ilmiah di berbagai negara.
Momentum penting lainnya dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Implementation Agreement antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palembang dan Prodi-Prodinya dengan Tongmyong University, sekaligus penandatanganan kerja sama antara Program Studi Doktor (S3) Manajemen Universitas Muhammadiyah Palembang dengan Tongmyong University.
Banyak orang memandang penandatanganan kerja sama sebagai agenda seremonial. Namun, dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda.
Di balik setiap dokumen yang ditandatangani tersimpan sebuah amanah untuk mewujudkan berbagai program nyata.
Kerja sama baru akan memiliki makna apabila benar-benar diterjemahkan menjadi penelitian bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, pertukaran pengalaman akademik, pendampingan penulisan artikel internasional, serta peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa secara berkelanjutan.
Terlebih bagi Program Studi Doktor (S3) Manajemen Universitas Muhammadiyah Palembang yang baru akan dimulai, kolaborasi internasional merupakan investasi akademik yang sangat berharga.

Program doktor tidak cukup hanya menyelenggarakan perkuliahan, tetapi harus menjadi ruang lahirnya pemikiran-pemikiran baru, riset yang berkualitas, serta karya ilmiah yang mampu menjawab berbagai persoalan organisasi, dunia usaha, pemerintahan, dan pembangunan bangsa.
Workshop internasional hari ini kemudian membawa seluruh peserta memasuki sesi yang mungkin akan terus dikenang.
Melalui pengalaman panjangnya sebagai akademisi internasional dan editor berbagai jurnal bereputasi, Prof. Ari Warokka tidak hanya menjelaskan bagaimana sebuah artikel ilmiah ditulis, tetapi juga mengubah cara pandang peserta workshop terhadap publikasi internasional. Apa yang selama ini tampak sulit perlahan terasa lebih mungkin untuk diwujudkan.
Dari sinilah terasa bahwa seminar tersebut bukan sekadar forum berbagi ilmu, melainkan awal tumbuhnya optimisme baru bagi para dosen Indonesia untuk melangkah lebih percaya diri menuju panggung akademik dunia.
Apa yang disampaikan Prof. Ari Warokka pada sesi berikutnya benar-benar membuka cakrawala berpikir para peserta.

Selama hampir seluruh sesi berlangsung, waktu terasa berjalan begitu cepat. Bukan karena materi yang disampaikan terlalu banyak, melainkan karena setiap penjelasan menghadirkan perspektif baru mengenai dunia publikasi ilmiah internasional yang selama ini mungkin belum sepenuhnya dipahami oleh banyak dosen dan peneliti.
Selama ini tidak sedikit akademisi yang memandang publikasi pada jurnal bereputasi internasional, khususnya yang terindeks Scopus, sebagai sesuatu yang sangat sulit dicapai.
Tidak jarang muncul anggapan bahwa jurnal-jurnal tersebut hanya dapat ditembus oleh peneliti dari universitas-universitas besar dunia yang memiliki fasilitas penelitian sangat lengkap.
Melalui pemaparannya, Prof. Ari justru memperlihatkan sudut pandang yang berbeda.
Beliau menjelaskan bahwa peluang untuk mempublikasikan artikel pada jurnal bereputasi sesungguhnya terbuka bagi siapa saja yang mampu memahami arah perkembangan penelitian global, memilih persoalan penelitian yang relevan, menyusun manuskrip dengan kontribusi ilmiah yang jelas, serta mengikuti standar yang diharapkan oleh editor dan reviewer.
Dengan kata lain, yang dinilai bukan semata asal institusi penulis, tetapi kualitas gagasan, kebaruan penelitian, ketepatan metodologi, dan kemampuan menunjukkan manfaat ilmiah dari hasil penelitian tersebut.
Salah satu pesan yang paling teringat adalah pentingnya melihat penelitian bukan hanya dari sudut persoalan lokal, tetapi juga dari perspektif global.
Sebuah penelitian akan memiliki peluang lebih besar untuk diterima apabila mampu menjawab isu yang sedang menjadi perhatian masyarakat ilmiah internasional, tanpa kehilangan relevansinya terhadap kondisi yang dihadapi di Indonesia.
Di sinilah kemampuan memosisikan manuskrip (strategic manuscript positioning) menjadi sangat menentukan.
Materi tersebut juga memberikan pemahaman bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab untuk mendukung proses penelitian dan penulisan artikel ilmiah.

AI bukanlah pengganti pemikiran peneliti, melainkan alat yang membantu mempercepat penelusuran literatur, mengelola informasi, menyempurnakan struktur penulisan, serta meningkatkan efisiensi proses penyusunan manuskrip.
Integritas akademik, orisinalitas gagasan, dan kejujuran ilmiah tetap menjadi fondasi utama yang tidak boleh ditinggalkan.
Yang lebih menggembirakan lagi, Prof. Ari tidak berhenti pada penyampaian teori.
Beliau menyampaikan kesiapan untuk membuka ruang kolaborasi akademik bersama Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai tindak lanjut dari Implementation Agreement yang baru saja ditandatangani.
Kesempatan tersebut menjadi harapan besar bagi para dosen untuk membangun penelitian bersama lintas negara, saling bertukar pengalaman akademik, mengembangkan tema-tema penelitian yang memiliki daya saing global, hingga menghasilkan publikasi bersama pada jurnal internasional bereputasi.
Sesungguhnya, inilah makna dari kerja sama internasional.
Kolaborasi bukan hanya mempertemukan dua institusi dalam satu dokumen, tetapi mempertemukan gagasan, pengalaman, budaya akademik, dan semangat untuk menghasilkan ilmu pengetahuan yang lebih berkualitas.
Ketika peneliti Indonesia dan Korea Selatan duduk bersama merumuskan persoalan, berbagi data, mendiskusikan metodologi, dan menulis artikel secara kolaboratif, maka penelitian yang dihasilkan akan memiliki perspektif yang lebih luas serta kontribusi yang lebih kuat bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Harapan tersebut tentu menjadi energi baru bagi Universitas Muhammadiyah Palembang, khususnya Program Studi Doktor (S3) Manajemen.
Program doktor membutuhkan lingkungan akademik yang dinamis, jejaring internasional yang luas, serta budaya penelitian yang terus berkembang.
Kerja sama seperti ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas penelitian dosen dan mahasiswa, memperluas publikasi internasional, serta memperkuat reputasi akademik universitas di tingkat global.

Namun demikian, keberhasilan kerja sama tidak akan diukur dari banyaknya dokumen yang ditandatangani ataupun jumlah foto yang diabadikan.
Nilai sesungguhnya baru akan terlihat ketika lahir penelitian bersama, artikel yang diterbitkan pada jurnal bereputasi, mahasiswa yang memperoleh pengalaman akademik internasional, dosen yang saling bertukar keahlian, dan hasil penelitian yang mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
Workshop ini juga mengingatkan bahwa keberhasilan publikasi internasional tidak pernah lahir secara instan.
Di balik setiap artikel yang berhasil diterbitkan terdapat proses panjang membaca, meneliti, berdiskusi, menulis, menerima kritik dari reviewer, melakukan revisi berkali-kali, bahkan menghadapi penolakan.
Namun setiap proses tersebut sesungguhnya adalah bagian dari pembelajaran yang membentuk kedewasaan seorang akademisi.
Penolakan bukanlah akhir perjalanan, melainkan langkah untuk menghasilkan karya yang lebih baik.
Workshop internasional ini bukan sekadar menambah pengetahuan tentang teknik menulis artikel ilmiah, tetapi juga membangun keyakinan bahwa dosen-dosen Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada panggung akademik dunia.
Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk terus belajar, kemauan membuka diri terhadap kolaborasi internasional, serta komitmen menjaga kualitas dan integritas dalam setiap penelitian yang dilakukan.
Pada akhirnya, dapat disadari bahwa menembus batas global sesungguhnya tidak selalu dimulai dengan langkah yang besar.
Ia dapat berawal dari satu ruang workshop atau seminar, satu pertemuan ilmiah, satu manuskrip yang ditulis dengan sungguh-sungguh, dan satu kolaborasi yang dibangun atas dasar saling percaya.
Dari langkah-langkah kecil itulah lahir karya-karya besar yang mampu memberi manfaat melampaui batas negara.
Semoga workshop internasional dan penandatanganan Implementation Agreement ini menjadi titik awal lahirnya lebih banyak penelitian kolaboratif, publikasi bereputasi internasional, serta jejaring akademik yang semakin kuat antara Universitas Muhammadiyah Palembang dan Tongmyong University.
Lebih dari itu, semoga semangat yang tumbuh pada hari ini mampu menginspirasi para dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk terus berkarya, karena sesungguhnya ilmu pengetahuan akan menemukan kemuliaannya ketika dibagikan, dikembangkan, dan dimanfaatkan bagi kemaslahatan umat manusia.
*Penulis adalah Dosen Pascasarjana dan Ketua Program Studi Doktor (S3) Manajemen Universitas Muhammadiyah Palembang. Penulis lebih dari 389 artikel dan 30 judul buku, serta Editor Majalah INKUIRI LLDIKTI Wilayah II.
